|
Apa yang terjadi padamu, Oscar? Dalam usiamu yang ke-80, kau semakin menggila dengan kontroversi tiada tara. Makin banyak orang di luar sana yang pesimis pada kriteria votingmu. Bagaimana kalau kita bahas satu per satu kategori-kategori yang kau lombakan sesuai dengan pengumuman nominasi oleh dua anggotamu yang terhormat Sid Ganis dan Kathy Bates pada 22 Januari malam lalu? Setuju, Tuan Komikus. Siap lanjutkan.
BEST PICTURE
Lima film telah kau pilih. Drama romantis perang, komedi remaja hamil, drama tegang pengacara, drama baron minyak, dan yang paling favorit, drama super tegang yang menjurus satir. Tak ada tempat untuk komedi musikal kelam tukang cukur pembunuh, drama petualangan pecinta alam, atau drama menyentuh berdasarkan kisah nyata jurnalis Perancis yang malang. Mari kita bahas.
Atonement
Sudah jelas kau memilih film ini karena Keira Knightley. Keira tampil sangat menggairahkan saat mandi di pancuran dan mentas dengan memperlihatkan dada indahnya. Namun skenario adaptasi novel laris karya Ian McEwan memang hebat di tangan Christopher Hampton, juga kelebihan sutradara muda Joe Wright meramu semua elemen penting di novelnya sehingga menjadi karya tragis yang unggul di semua sisi. Aktris cilik asal Irlandia Saoirse Ronan tampil luar biasa lebih dari Vanessa Redgrave, Romola Garai, James McAvoy maupun Keira sendiri. Mau bilang apa lagi tentang film ini? Sudahlah tak mungkin menang.
Juno
Selamat untuk Ellen Page. Sudah jelas si Kitty Pride ini tampil memuaskan bagi kritikus dan penonton, terbukti dengan laris-manisnya film ini di pasaran domestik Amerika. Selain dari itu, mantan stripper Diablo Cody juga menulis skenario film ini dengan penuh semangat menyala sehingga film ini begitu hidup dan sangat nikmat kita santap dari awal hingga akhir. Menang? Sulit.
Michael Clayton
Sutradara sekaligus penulis skenario Tony Gilroy layak mendapat acungan dua jempol untuk film ini karena begitu hebatnya dia mengarahkan George Clooney, Tom Wilkinson, dan Tilda Swinton. Film ini menjadi lebih luar biasa karena di jajaran produser ada nama sakti Sydney Pollack, tapi untuk menang kelihatannya masih jauh mengawang sayang.
There Will Be Blood
Melihat Daniel Day Lewis berakting spartan dalam film adaptasi novel karya Upton Sinclair ini membuatku yakin bahwa sutradara Paul Thomas Anderson memang layak menobatkan dirinya sebagai sutradara terbaik tahun ini. Bagaimana tidak? Setelah Boogie Nights, Magnolia dan Punch Drunk Love dicuekin, kini saatnya dia unjuk gigi dengan film mutakhir yang juga dibintang Paul Dano ini. Mau menang? Ayo, pingsut dulu sama film berikut.
No Country For Old Men
Ini dia favoritku. Coen Bersaudara layak didaulat sebagai sineas kampiun 2007. Film ini sangat luar biasa dari semua segi mulai dari naskah, akting, penyutradaraan, penyuntingan, tata kamera sampai penataan suara, semuanya jempol berulang kali. Sastrawan pemenang Pulitzer Cormac McCarthy layak bangga dengan film ini begitu pula dengan Javier Bardem yang 100% menang untuk aktor pembantu terbaik. Maaf untuk para nominator yang lain, Coen Bersaudara amat sangat beruntung tahun 2007 ini. Ingat? 100% MENANG!
|